Arsip Blog

Fotografer Buntung

Keteguhan hati Rusidah untuk tak mau menyerah dengan nasib sebenarnya sudah terlihat sejak ia duduk di bangku sekolah dasar.

Danrem 033/WR Ajak Masyarakat Kundur Jaga NKRI

Danrem 033/WP Kolonel Czi Adi Sudaryanto, S.IP. didampingi Dandim 03178/Karimun Letkol Inf Edi Marhabat berkunjung ke Koramil 03/Kundur Kabupaten Karimun, Selasa (11/10). Acara kunjungan Danrem yang dihadiri Camat Kundur H.R Azli, Kapolsek Kundur Kompol Ponco Indriyo, Camat Kundur Barat Baginda Achmadsyah Lubis, uspika Kecamatan Kundur Tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.

5 Pilar Keluarga Sakinah

masyarakat adalah cerminan kondisi keleuarga, jika keluarga sehat berarti masyarakatnya juga sehat. Jika keluarga bahagia berarti masyarakatnya juga bahagia. Ada 5 pilar untuk membentuk keluarga sakinah diantaranya sebagai berikut.

PKS Siapkan Ribuan Jurnalis

Memahami peran media begitu penting, Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Training Jurnalisitik selama dua hari, Sabtu-Minggu (8-9/10) di Sekretariat DPW, Ruko Permata Niaga, Batam. Menurut Prijanto Rabbani, Koordinator Media DPW PKS Kepri, partai dakwah ini akan menciptakan 2.500 jurnalis se Indonesia. Sementara untuk Kepri, DPW PKS siap melahirkan lima puluh jurnalis baru yang siap untuk membantu kerja-kerja media PKS.

Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah

Dulu, ketika mendengar ceramah atau doa dari ustadz-ustadz(ah) agar keluarga kita menjadi menjadi keluara yang sakinah, mawaddah wa rahmah saya tidak terlalu paham, apa yang dimaksud dengan keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.


Popular Posts

Rabu, 03 Juli 2013

Mengenal Arah Cahaya

Dalam fotografi, darimana arah cahaya jatuh ke subyek akan sangat mempengaruhi bagaimana foto terlihat. Arah cahaya menentukan karakter cahaya itu sendiri sekaligus menentukan kesan dan dimensi yang ingin di timbulkan pada subyek sehingga secara keseluruhan membentuk foto kita. Arah cahaya, baik alami (sinar matahari) maupun dari sumber cahaya buatan (flash) bisa dibagi menjadi lima, yakni front light, back light, top light dan side light. Mari kita bahas satu persatu:

Front Light (Cahaya Depan)

Front light arah cahaya
Front light artinya sumber cahaya ada di depan subyek yang di foto sehingga biasanya sumber cahaya ada di belakang kamera kita. Cahaya depan bisa datang lurus terhadap subyek, seperti kalau kita menghadap ke matahari saat sunrise di pantai. Cahaya depan juga bisa membentuk sudut, seperti saat kita menghadap matahari jam 10 siang. Dengan flash, kita bisa membuat front light tepat di depan wajah atau membentuk sudut terhadap wajah. Mayoritas foto dihasilkan dengan sumber cahaya yang ada di depan subyek.

Side Light (Cahaya Samping)

Dune
Cahaya mengenai subyek dari samping kiri atau kanan. Cahaya samping ini memberi kesan dimensional yang kuat sehingga banyak dipakai pada foto arsitektur atau landscape pada foto diatas. Pencahayaan dari samping juga akan menguatkan tekstur sebuah subyek seperti bisa anda lihat pada permukaan gurun diatas. Juga kalau memotret wajah, jerawat akan makin diperkuat kalau kita menggunakan side light. Foto side light biasanya akan bagus saat dipakai memotret hitam putih.

Back Light (Cahaya Belakang)

Back light terjadi saat kita memotret subyek dengan sumber cahaya yang berasal dari belakangnya, dengan kata lain sumber cahaya ada didepan kamera namun dibelakang subyek. Saat kita memotret sebuah subyek yang membelakangi matahari, misalnya memotret teman yang menghadap ke timur pada jam 4 sore maka akan terjadi back light. Dengan membelakangi sumber cahaya, seringkali kita menghasilkan siluet seperti dibawah ini:
where gravity got lost
Mayoritas foto backlight akan menonjolkan bentuk dan profil sebuah subyek foto. Anda bisa membaca tips foto siluet disini, dan bagaimana cara menghasilkan foto backlight untuk portrait disini.

Cahaya Atas (Top Light) dan Down Light

Cahaya atas atau bawah jarang kita pakai karena menghasilkan foto yang kurang bagus, contoh foto top light adalah saat kita memotret saat jam 12 siang. Foto wajah yang dibuat jam 12 siang akan menghasilkan bayangan kantong mata yang membuat tampang teman kita terlihat jelek.
Top light arah cahaya

Kamis, 27 Juni 2013

Tarhib Ramadhan

Sumber : DR. Salim Segaff Al Jufri, MA
Dewan Syari'ah PKPU
Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT. pada tahun ini -insya Allah- kita akan bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan. Bulan diwajibkannya shiyam dan diturunkannya Al-Qur'an sebagai hidayah untuk manusia. Bulan penuh berkah dan rahmat serta bulan pembinaan kaum muslimin menuju derajat muttaqiin.
Bulan Ramadhan senantiasa datang pada saat yang tepat. Pada saat umat Islam membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi-kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Dan dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan bantuan dan sekaligus hiburan kepada umat Islam dalam menghadapi kondisi berat, sehingga dapat keluar dari permasalahan yang berat dan sulit tersebut. Kondisi inilah yang dihadapi hampir seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Bulan Ramadhan tahun ini, umat Islam khususnya di dunia barat menghadapi ujian yang berat. Tekanan dan teror dari rezim dan kelompok mayoritas terus-menerus menimpa umat Islam disana. Sedangkan dalam dunia Islam, umat Islam masih menghadapi masalahnya masing-masing. Di Indonesia umat Islam masih dihadapkan pada krisis yang berat dari semua sisi kehidupan. Sedangkan di belahan dunia Islam lainnya, kondisi umat Islam tidak lebih baik dari Indonesia. Para da'i di Mesir, Irak, Tunisia dan lainnya masih banyak yang berada di dalam penjara. Umat Islam di daerah minoritas semakin tertindas dan di daerah mayoritas tidak dapat bebas melaksanakan Syari'ah Islam. Palestina, jantung umat Islam semakin merana. Pembantaian bangsa Yahudi Israel atas Umat Islam Palestina tidak kunjung mereda. Dan Masjidil Aqsa terancam bahaya.
Dalam suasana seperti ini, masih ada harapan dan titik terang dengan datangnya bulan Ramadhan. Memasuki momentum Ramadhan yang sangat baik ini, umat Islam harus mempersiapkan dengan baik sehingga tujuan Ramadhan dapat tercapai, yaitu terealisirnya ketaqwaan. Ketaqwaan merupakan kunci pembuka pintu rahmat Allah SWT, jalan keluar dan solusi atas segala krisis multidimensional. Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahiim memberkahi kita semua dan memberikan jalan yang terbaik bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia untuk keluar dari krisis yang dideritanya. Diantara sarana yang paling efektif untuk merealisir dan membina ketaqwaan, yaitu dengan cara berpuasa. Puasa adalah pelatihan dan pendidikan bagi manusia yang langsung datang dari Allah yang Maha Mengetahui kemaslahatan mereka. Menahan diri dari makan dan minum dan syahwat di siang hari agar terlatih untuk menahan diri dari nafsu serakah, tamak dan rakus serta menahan diri dari segala kemaksiatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Krisis yang menimpa manusia berawal dari ketidak berdayaan manusia untuk menahan diri dari larangan Allah, kemudian jatuh pada larangan tersebut. Seterusnya mengingkari ajaran Islam dan kebenaran. Maka terjadilah pembunuhan atas manusia yang tak berdosa, pemerkosaan, perzinahan dan seks bebas, penggunaan NARKOBA, aborsi, pencurian hutan dan perusakan alam, perampasan hak orang lain, penjajahan, KKN, penganiayaan dan kezhaliman serta pelanggaran lainnya. Oleh karenanya penghentian atas krisis tersebut harus dimulai dari akar krisis dan akar permasalahannya.
Solusi atas krisis secara horizontal harus dimulai dengan mendidik manusia menjadi insan bertqwa sehingga mampu menahan diri dari pelanggaran-pelanggaran dan tunduk pada Allah dan hukum Islam. Dan solusi krisis secara vertikal dengan menegakkan Syari'ah Islam dalam masyarakat dan pemerintah sehingga mereka takut akan sangsi dan tidak melanggar larangan-Nya. Syari'ah Islam memberi rahmat bagi manusia, menjamin hak beragama, hak hidup, hak pemilikan harta, hak berfikir dan berpendapat, hak terpeliharanya kehormatan dan keturunan. Kesinilah semua langkah harus ditujukan, semua pikiran dicurahkan, gerakan reformasi diarahkan, segala tenaga dikerahkan.
Puasa adalah sarana yang paling efektif untuk mendidik manusia menjadi insan yang bertaqwa. Sehingga mereka memiliki keberanian untuk merealisasikan Syariah Islam dalam kehidupan pribadi dan sosial. Oleh karenannya, marilah kita mempersiapkan dan memasuki bulan Ramadhan dengan hal-hal berikut:
  1. Memperkuat kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan dan rasa harap untuk dapat menikmati keutamaannya. Hal ini antara lain dapat diekspresikan dengan do'a yang dicontohkan Rasul saw, sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik berkata: Rasulullah saw. jika sudah masuk bulan Rajab senantiasa berdo'a: " Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" (HR At-Tirmidzi dan Ad-Darimi).
    Kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan inilah yang juga dirasakan oleh salafus shalih. Karena begitu banyaknya kebaikan yang diberikan oleh Allah di bulan Ramadhan, seperti di bukannya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya syetan- syetan sehingga tidak dapat leluasa menggoda manusia. Dan puncaknya adalah diturunkannya Al-Qur'an sebagai pedoman bagi manusia. Dan pada malam turunnya Al-Qur'an Allah SWT. menjadikannya lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT. berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar" (QS Al-Qadr 1-5).
  2. Menyiapkan diri dengan baik, persiapan hati, persiapan akal dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur'an saum sunnah, dzikir, do'a dll. Persiapan akal dengan mendalami ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Dan persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan. Dan menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Dalam hal mempersiapkan hati atau ruhiyah, Rasulullah saw. mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya'ban, sebagaimana yang diriwayatkan 'Aisyah ra. berkata:" Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya'ban" (HR Muslim). Bulan Sya'ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke langit. Rasulullah SAW bersabda: Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: "Wahai Rasulullah saw, saya tidak melihat engkau puasa disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya'ban". Rasul saw bersabda:" Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa" (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa'i dan Ibnu Huzaimah)
  3. Merencanakan peningkatan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini dari tahun lalu, baik perencanaan yang bersifat global maupun perencanaan bersifat rinci. Seperti peningkatan dalam tilawah, hafalan, pemahaman dan pengamalan Al-Qur'an. Juga merencanakan untuk mengurangi pola hidup konsumtif dan memantapkan tekad untuk tidak membelanjakan hartanya, kecuali kepada pedagang dan produksi negeri kaum muslimin, kecuali dalam keadaan yang sulit (haraj).
  4. Mengutamakan ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan dan mengsisi ibadah Ramadhan dengan tetap komitmen pada Al-Qur'an dan Sunnah. Karena ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah-ibadah sunnah dan perbedaan pendapat tetapi menimbulkan perpecahan.
    "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk" (QS Ali 'Imran 103)
  5. Melaksanakan ibadah puasa (shaum) dengan hati yang ikhlas dan memperhatikan segala adab serta sunnah-sunnahnya. Menghiasi Ramadhan dengan shalat tarawih, tilawah Al Qur-an, memperbanyak dzikir dan do'a, membayar zakat, infak dan melakukan I'tikaaf pada sepuluh hari terakhir (asyrul awakhir).
    "Sungguh, telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kamu berpuasa, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu setan-setan. Di dalam Ramadhan terdapat malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tak berhasil memperoleh kebaikan Ramadhan sungguh ia tidak akan mendapatkan itu buat selama-lamanya." (Riwayat Ahmad, Nasaa'i dan Baihaqy).
  6. Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat), dengan memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma'af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka. Taubat adalah sebuah sikap menyesali akan segala kesalahan, melepaskannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut. Dosa, maksiat dan kesalahan merupakan sebab inti dari keterpurukan dan krisis ini. Sehingga taubat adalah satu-satunya jalan untuk memulai hidup baru menuju yang lebih baik. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama bagi bangsa Indonesia untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT.
    Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS Hud 52)
  7. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah dan Syahrud Da'wah (Bulan Pendidikan dan Da'wah). Diantara ciri khas bulan Ramadhan adalah tumbuh suburnya suasana ke-Islaman disemua tempat. Umat Islam mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beribadah. Puasa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menahan segala kecenderungan negatif dan memotivasi untuk melakukan semua bentuk kebaikan. Sehingga peluang tarbiyah dan da'wah di bulan Ramadhan lebih terbuka dan lebih luas.
    Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da'i dan ulama untuk melakukan da'wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta'lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan.
  8. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrul Jihad. Jihad adalah puncak ajaran Islam, rahasia kemulian dan kejayaan umat Islam. Sedangkan landasan jihad adalah kesucian dan kebersihan jiwa. Oleh karenannya bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat Islam. Sejarah telah membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan gerakan jihad. Parang Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara mongol, Penaklukkan Andalusia oleh pahlawan Tariq bin Ziyaad, Kemerdekaan Indonesia dll, semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.
  9. Mengambil keberkahan Ramadhan semaksimal mungkin, termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat, dengan melakukan aktifitas positif, seperti; bazar amal, membuka pasar-pasar alternatif, penggalangan dana, penumbuhan produk pribumi, peningkatan investasi sesama umat Islam, memunculkan kreatifitas di bidang seni budaya dll.
  10. Meningkatkan muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya. Pada tingkat makro inilah sumber kemelut yang melanda bangsa Indonesia. Kesempatan Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga perubahan-perubahan yang diharapkan bangsa Indonesia dapat berlangsung mulus dan terhindar dari benturan-benturan antar kekuatan yang banyak menimbulkan korban di kalangan kaum muslimin sendiri.
Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah

Rabu, 12 Oktober 2011

Kisah Inspiratif : Rosida, Fotografer Bertangan Buntung


RUSIDAH, tak putus asa dengan kecacatan tubuh yang dialaminya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Wanita yang hanya memiliki tangan sebatas lengan atas hingga siku ini, ternyata mampu menekuni profesi sebagai seorang fotografer, sebuah profesi yang sangat memerlukan kelihaian jari jemari tangan yang jelas-jelas tak dimilikinya.

Selain menerima panggilan untuk menga
badikan berbagai momen seperti pernikahan dan acara-acara di lingkungan kantor pemerintahan Kabupaten Purworejo, Rusidah juga mengelola studio kecil, yang sebenarnya belum bisa dikatakan studio, di rumahnya di Desa Botorejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Keteguhan hati Rusidah untuk tak mau menyerah dengan nasib sebenarnya sudah terlihat sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun cacat, Rusidah bersikeras untuk terus sekolah dan ingin menjadi juru foto.


Beberapa kali sudah Rusidah menerima bantuan peralatan fotografi dari pemerintah. Tahun 1995, Rusidah pernah menerima kamera jenis PENTAX K-1000, plus 36 roll film KONICA ASA 100. Berbekal bantuan stimulan itulah kiprah Rusidah sebagai fotografer dimulai. Rusidah pun mulai sering dipanggil untuk meliput berbagai kegiatan PKK pimpinan isteri Bupati Purworejo tadi.

Tahun 2004, Rusidah kembali menerima satu set kamera BROWN SR-2000. Kamera itu bahkan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto.


Rusidah juga sering menerima order dari sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Bayan. Tahun 1996, ia pernah menjadi juru foto kegiatan perkemahan Pramuka SMP 5 di Lapangan Kaliboto.

"Sejak itu masyarakat tahu kiprah saya. Apalagi ada koran yang menulis tentang saya," kenangnya. Jika dihitung-hitung, dari profesinya itu Rusidah bisa mendapat tambahan penghasilan sebesar Rp200 ribu sampai Rp400 ribu sebulan. "Tergantung sedikit banyaknya order," lanjutnya.

Sekarang ini, masih ada 'secuil' cita-cita Rusidah yang belum sempat tercapai. "Saya ingin buka studio foto kecil-kecilan di pinggir jalan," ungkapnya.

Keterbatasan tak membatasi Rosida (43), penyandang cacat, untuk berkarya seperti layaknya orang normal. Meski kedua tangannya buntung sejak lahir, Rosida bisa bekerja sebagai fotografer. Jika melihat kedua tangan Rosida yang buntung, orang tak akan mengira ia bisa mengoperasikan kamera DSLR. Namun, hanya dengan separuh lengan tangan, perempuan satu anak asal Purworejo ini ternyata bisa menghasilkan foto-foto indah.

"Dulu awalnya saya hanya bisa menjahit. Kemudian saya ingin belajar keterampilan lain. Saya lalu belajar memotret di Yayasan Penyandang Anak Cacat Yos Sudarso, Purworejo," kara Rosida, Rabu (14/9) di sela acara Canon Photomarathon Indonesia, di Yogyakarta.

Saat belajar memotret, Rosida masih memakai kamera manual. Agar hasil foto jelas, kamera miliknya harus dimodifikasi khusus. Namun, setelah muncul kamera digital, Rosida semakin mudah memotret dan tak perlu lagi memodifikasi kamera.

"Ya lumayan, memotret bisa menjadi pemasukan tambahan bagi keluarga saya. Beberapa hari lalu saya diundang memotret di Hotel Kempinski Jakarta," tambah Rosida.

Selasa, 11 Oktober 2011

Danrem 033/WR Ajak Masyarakat Kundur Jaga NKRI

Oleh : Zuren
kutipan berita www.terkininews.com

KARIMUN - Danrem 033/WP Kolonel Czi Adi Sudaryanto, S.IP. didampingi Dandim 03178/Karimun Letkol Inf Edi Marhabat berkunjung ke Koramil 03/Kundur Kabupaten Karimun, Selasa (11/10).

Acara kunjungan Danrem yang dihadiri Camat Kundur H.R Azli, Kapolsek Kundur Kompol Ponco Indriyo, Camat Kundur Barat Baginda Achmadsyah Lubis, uspika Kecamatan Kundur Tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Danrem Kolonel Czi Adi Sudaryanto, S.IP. menyampaikan bahwa telah banyak kejadian-kejadian yang marak di negara kita yang sangat mengganggu ketentraman masyarakat , dari kejadian-kejadian tersebut menimbulkan korban bukan hanya korban harta benda namun juga korban nyawa.

"Saya berharap kepada masyarakat dan juga anggota TNI yang ada dipulau ini agar dapat bekerjasama dalam menjada keutuhan NKRI," ujar Adi Sudaryanto.

Danrem tetap berharap dan menghimbau, walaupun daerah ini dikembangkan potensinya namun tetap memperhatikan aspek pengamanan wilayah, untuk itu perlu membangun kesadaran dan patriotisme bangsa untuk menjaga setiap jengkal tanah milik bangsa, jangan sampai kita lengah dan segera berkoordinasi dengan aparat setempat.

"Menjaga keamanan dan ketertiban itu tidak hanya tugas TNI dan Polri saja. Masyarakat juga harus terlibat," katanya.***

Senin, 10 Oktober 2011

RPJMD 2011-2016 Karimun Diharapkan Tidak Hanya Omong kosong

Oleh : Zuren
Kutipan berita www.terkininews.com

KARIMUN - Menunaikan amanat undang undang yang mensyaratkan adanya dokumen perencanaan untuk 5 tahun kedepan sebagai penjabaran visi. Merupakan amanat undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.

Sidang paripurna DPRD dengan agenda penyampaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karimun tahun 2011-2016. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Raja Bahktir yang juga dihadiri Bupati Karimun H. Nurdin Basirun wakil ketua dan anggota DPRD, Sekdakab, para asisten, kepala dinas, badan dan kantor dilingkup Pemerintah Kabupaten Karimun, Senin (11/10).

Dalam kesempatan itu Bupati Karimun H. Nurdin Basirun menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah merupakan amanat undang undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.

"Kita harus memperjuangkan empat azam Kabupaten Karimun, sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas guna terwujudnya Karimun Sebagai daerah yang bisa daya saing, professional, sejahtera, mandiri dan berkeadilan," ujar Nurdin

Selain itu juga Nurdin mengatakan sebagai daerah yang langsung perbatasan di Indonesia. Karimun harus memiliki daya saing dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Juga terwujudnya lapangan kerja bagi masyarakat Karimun Untuk pengentaskan kemiskinan.

"Hal yang amat penting dalam proses pembangunan ini yakni azam iman dan taqwa menjadi acuan utama. Rusaknya moral generasi muda sangat berpengaruh pada pembangunan di Karimun. Untuk itu Azaz Iman dan Taqwa ini harus dipegang teguh,"kata Nurdin.

Sementara itu Anggota DPRD yang mendengarkan penyampaian Bupati Karimun memandang masih banyak program pembangunan di Karimun yang lebih terealisasi dengan baik. pemerintah agar mengaktualisasikan secara nyata dan kongkrit tujuan, misi dan visi Kabupaten Karimun.

"Keseriusan dan komitmen pemerintahan dalam pembangunan harus konsisten. Bukan hanya omongan kosong belaka," ungkap John Abrizon dari Fraksi Amanat Nasional.

Selain itu juga anggota Fraksi Keadilan Pembangunan, H. Muhammad Taufiq untuk mewujudkan tujuan, misi dan visi Kabupaten Karimun, Bupati harus ditopang dengan SKPD yang profesional dan handal. Bukan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan dalam bidangnya.

"Kami berharap ini bukan mimpi-mimpi serta angan-angan saja, yang kita butuhkan adalah reaslisasi yang nyata dari pemerintah daerah, sebagai mana moto pembangunan Kabupaten Karimun, " ujar Taufiq yang juga Ketua DPD PKS Karimun.***

Sawa Jabat Danlanal Karimun

Oleh : Zuren
Kutipan Berita www. terkininews.com

KARIMUN - Letkol Laut (P) Sawa, resmi menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Karimun, menggantikan Letkol Laut (P) Fauzi. Serah terima jabatan Danlanal Karimun digelar Senin (10/10) di halaman Mako Lanal, Jalan Nusantara, Karimun.

Letkol Laut (P) Sawa yang sebelumnya pernah menjabat Pabanrenops Sops Koarmabar ini juga pernah mengambikan dirinya sebagai Palaksan Lanal Dumai (2001-2004), Komandan KRI Baracuda 814 (2005). Selanjutnya, Sawa akan bertugas sehari-harinya menjadi Danlanal Karimun.

Laksamana Pertama Darwanto, Komandan Lantamal IV (Danlantamal) selaku inspektur upacara menegaskan mutasi dalam tubuh TNI AL adalah hal yang wajar dalam rangka penyegaran organisasi. Setiap pimpinan. Dan ini juga merupakan bagian kegiatan pembinaan personel dan dinamika organisasi dalam tubuh TNI AL, termasuk juga di jajaran Lantamal IV

"Pembinaan personel dimaksudkan untuk memberikan kesempatan dan pengalaman kepada personel yang bersangkutan untuk meningkatkan karier dan prestasi melalui alih tugs maupun alih tempat," kata Danlantamal.

Darwanto juga mengatakan posisi strategis itu turut menempatkan Lanal Tanjung Balai Karimun sebagai salah satu pangkalan yang strategis dalam menjaga kedaulatan NKRI dan mewujudkan situasi perairan yang kondusif.

"Maka saya berharap pengamanan pulau - pulau terluar yang ada di Karimun harus difokuskan dan juga pengamanan laut Karimun harus tetap terjaga,lakukan kordinasi dengan pimpinan dalam tugas," ujarnya.

Komunikasi yang baik antara TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya harus tetap terjaga sehingga situasi di laut yang sudah kondusif dapat dipertahankan dan memberikan dampak positif bagi berbagai aspek perekonomian dan pembangunan.

"Untuk itu diharapkan juga adanya kordinasi dengan pimpinan daerah dan istansi terkait dalam tugas tersebut. Kerja sama yang baik dengan seluruh pihak, termasuk dengan mengadakan patroli terkoordinasi dengan negara tetangga juga diharapkan untuk memberantas kejahatan di laut, termasuk pencurian ikan oleh nelayan asing," tutur Darwanto.***

Minggu, 09 Oktober 2011

PKS Siapkan Ribuan Jurnalis

Sabtu, 8 Oktober 2011 - 23:35

Oleh : Zuren terkininews.com

Foto : zuren

BATAM - Memahami peran media begitu penting, Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Training Jurnalisitik selama dua hari, Sabtu-Minggu (8-9/10) di Sekretariat DPW, Ruko Permata Niaga, Batam.

Menurut Prijanto Rabbani, Koordinator Media DPW PKS Kepri, partai dakwah ini akan menciptakan 2.500 jurnalis se Indonesia. Sementara untuk Kepri, DPW PKS siap melahirkan lima puluh jurnalis baru yang siap untuk membantu kerja-kerja media PKS.

Untuk mendukung kecakapan di bidang media, para peserta dibekali dengan tiga kategori jurnalistik, yaitu kepenulisan, fotografi dan videografi dengan lima narasumber, Prijanto Rabbani, Ibnu Syakir tim Focusejahtera Batam, Joko Utomo dan Guntar Sembiring dari TV Batam Oline.

“Kita Siapkan jurnalis PKS untuk kategori penulisan, fotografi dan videografi,” urainya.

Prijanto berharap jurnalis PKS harus memiliki karakter dan kecerdasan dalam memuat berita. Cerdas di sini menurutnya ialah memuat berita yang memiliki karakter sedang maksud berkarakter adalah momentum menjadi kenaikan elektabilitas PKS.

Sebelumnya Ketua DPW PKS Kepri, Abdul Rahman, Lc menjelaskan bahwa peran media sangat penting bagi keberlangsungan PKS. Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri ini media menduduki posisi yang sangat penting bagi kehidupan.

Abdul Rahman menjelaskan saat ini keberadaan media banyak digunakan untuk mendeskreditkan musuh politik. Meski banyak oknum menggunakan media untuk kepentingan menyerang, Rahman berharap peserta pelatihan jurnalistik DPW PKS untuk tidak mengikutinya.

“Biarkan mereka menggunakan media untuk menyerang, buat kita media harus kita gunakan untuk kebaikan,” tutupnya.***

Selasa, 17 Agustus 2010

Puasa dan Pahala yang Berlipat Ganda

Allah SWT telah mengecualikan puasa dari semua amal kebaikan yg berlipat-ganda pahalanya; semua amal kebaikan akan dilipat-gandakan menjadi sepuluh hingga 700 kali-lipat lain halnya dgn puasa pelipat-gandaan pahalanya tidak hanya sebatas bilangan di atas melainkan Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya dgn kelipatan yg tak terhingga banyaknya krn puasa termasuk perbuatan sabar sedangkan Allah SWT berfirman “? Sesungguhnya hanya orang-orang yg bersabarlah yg dicukupkan pahala tanpa batas.” . Dan krn inilah disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Nabi saw menamakan bulan Ramadhan dgn bulan sabar dan dalam hadis lain Nabi saw bersabda “Puasa adl setengah dari kesabaran.” . Sabar terdiri dari tiga macam 1. Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT. 2. Sabar dalam menjauhi segala hal yg diharamkan Allah SWT. 3. Sabar terhadap taqdir atau ketentuan Allah SWT yg menyakitkan. Ketiga macam sabar ini berkumpul menjadi satu dalam ibadah puasa krn dalam berpuasa dituntut utk sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT sabar dalam menjauhi segala hasrat yg diharamkan oleh Allah SWT atas orang yg berpuasa dan sabar terhadap konsekuensi yg diterima oleh orang yg berpuasa baik itu berupa perihnya rasa lapar dan dahaga maupun lemah/letih yg dirasakan oleh jiwa dan raga. Rasa pedih yg timbul dari amal ketaatan ini akan membuahkan pahala bagi orang yg melaksanakannya. Ada beberapa faktor yg membuat pahala amal kebaikan dilipat-gandakan di antaranya - Kemuliaan tempat dilakukannya amal perbuatan seperti tanah haram oleh krn itu melakukan shalat di Masjidil Haram Mekah dan masjid Nabawi Madinah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah sebagaimana Nabi saw bersabda “Salat satu rakaat di masjidku ini lbh baik daripada salat seribu rakaat di masjid manapun selain masjidil haram.” . - Kemuliaan waktu pelaksanaan seperti bulan Ramadhan sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah. Nabi saw bersabda “Barang siapa melakukan satu ibadah sunah pada bulan Ramadhan maka ia seperti orang yg melaksanakan ibadah wajib pada selain bulan Ramadhan. Dan barang siapa melaksanakan ibadah wajib pada bulan Ramadhan maka ia seperti orang yg melaksanakan 70 ibadah wajib pada selain bulan Ramadhan.” . Jika puasa itu sendiri dilipatgandakan pahalanya dibandingkan dgn amal kebaikan lainnya maka puasa di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan lagi dibandingkan puasa pada waktu lain. Hal ini krn ia dilakukan pada waktu yg mulia dan ia merupakan puasa yg diwajibkan Allah SWT atas hamba-hambaNya serta menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Tingkatan Orang yg Berpuasa Ada dua tingkatan orang yg berpuasa Pertama orang yg meninggalkan makanan minuman dan syahwatnya krn Allah SWT ia mengharapkan balasannya dari-Nya di surga. Orang ini telah melakukan perdagangan dan transaksi dgn Allah dan Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yg beramal saleh. Orang ini tidak akan rugi bertransaksi dgn Allah bahkan ia akan mendapatkan keuntungan yg lbh besar. Rasulullah saw pernah berkata kepada seorang sahabat “Sesungguhnya kamu tidak akan meninggalkan sesuatu krn takut kepada Allah kecuali Allah akan memberimu yg lbh baik dari yg kami tinggalkan itu.” . Maka orang yg berpuasa ini kelak akan diberikan makanan minuman dan wanita-wanita di surga atas kehendak Allah SWT.Seorang ulama salaf berkata “Telah sampai kepada kami kabar bahwa orang-orang yg berpuasa akan mendapatkan hidangan yg akan mereka makan sedangkan umat manusia ketika itu sedang dihisab lalu mereka berkata Ya Rabb kami saat ini sedang dihisab lalu mengapa mereka enak-enakan makan? maka dijawab “Sama saja mereka dulu puasa sedang kamu tidak berpuasa dulu mereka beribadah pada malam hari sedang kamu enak-enakan tidur.” Kedua orang yg berpuasa di dunia dan hanya menfokuskan seluruh aktifitas lahir dan bathinnya hanya utk Allah SWT semata ia dapat menjaga fikirannya ia menjaga perutnya dan ia selalu ingat mati dan ancaman Allah SWT. Ia menginginkan akhirat karenanya ia meninggalkan perhiasan dunia maka hari raya nya orang yg berpuasa ini adl hari ketika ia berjumpa dgn Rabbnya dan ia akan berbahagia krn dapat melihat-Nya. Barang siapa berpuasa dgn meninggalkan segala syahwatnya di dunia maka ia akan mendapatkannya esok di surga dan barang siapa berpuasa dgn meninggalkan segala sesuatu dan memfokuskan seluruh aktifitas lahir dan bathinnya hanya kepada Allah SWT maka hari rayanya adl hari dimana ia berjumpa dgn Rabbnya. “Wahai kekasih semua hati siapakah yg akan bersamaku selain Engkau kasihanilah hamba yg berdosa ini yg datang menemui Engkau hari ini wahai Rabbku tidaklah hamba ini memiliki bekal di surga-Mu namun hamba sangat menginginkannya agar hamba dapat melihatMu.” Wanginya Orang yg Berpuasa Bau mulut orang yg berpuasa adl aroma yg keluar dari hawa tak sedap yg timbul krn kekosongan perut besar dari makanan ketika berpuasa ia adl aroma yg tidak disukai oleh penciuman manusia di dunia ini namun bagi Allah ia adl aroma yg harum krn ia timbul dari ketaatan dan pencarian ridha-Nya. Sebagaimana darah orang yg mati syahid akan datang pada hari kiamat berupa darah yg mengalir berwarna darah namun harumnya seperti harumnya minyak kesturi. Mengenai harumnya aroma mulut orang yg berpuasa bagi Allah SWT terdapat dua pengertian Ketika puasa menjadi rahasia antara seorang hamba dgn Tuhannya di dunia maka Allah akan menampakkannya di akhirat di hadapan makhluk-makhluk-Nya agar dgn ini semua orang-orang yg berpuasa menjadi terkenal di kalangan semua orang sebagai balasan dari usaha mereka utk merahasiakan puasa mereka di dunia. Orang yg beribadah dan taat kepada Allah serta berusaha mencari ridha-Nya di dunia dgn suatu amal yg meninggalkan beberapa pengaruh yg tidak disukai oleh jiwa-jiwa manusia di dunia maka pengaruh-pengaruh yg tidak disukai ini akan disuaki Allah bahkan sangat harum bagi-Nya krn ia timbul dari ketaatan dan pencarian ridha-Nya. Dengan dikabarkannya hal tersebut di atas bagi orang-orang yg beramal di dunia akan membuat hati mereka tenang dan tentram agar segala yg dijumpainya di dunia tidak mereka benci. Bau mulut orang-orang yg berpuasa lbh harum dari aroma minyak kesturi lapar yg mereka rasakan krn Allah adl rasa kenyang dahaga yg mereka rasakan demi mencari ridha-Nya adl kesegaran dan letih yg dirasakan oleh orang-orang yg bersungguh-sungguh dalam berkhidmat kepada-Nya adl kesenangan. Sumber Diadaptasi dari Lathaif al-Ma’arif fi Ma li Mawasim al-’Am min al-Wadhaif al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm

Senin, 16 Agustus 2010

HIKMAH PUASA RAMADHAN

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas

"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)

PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.

RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.

Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.

Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.

Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:

"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.

Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.

Allah berfirman yang maksudnya:

"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)

Nabi s.a.w.juga bersabda:

"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."

Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.

Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.

(s.al-Baqarah:185)

Selasa, 04 Mei 2010

Belajar dari Lebah


Dalam Al-qur’an ada lima surat yang menggunakan nama binatang :
  1. Surat Al-Baqarah artinya sapi betina
  2. An-Nahl artinya lebah
  3. An-Naml artinya semut
  4. Al-Ankabut artinya laba-laba
  5. A-Fil artinya gajah

Semua ada pelajaran yang Allah ingin berikan kepada kita, karena semua surat itu mengandung cerita yang kita bisa ambil hikmahnya.

An-Nahl terdapat dalam surat an-Nahlk ayat 68-69, menjelaskan tentang prilaku hidup lebah. Hal ini kemudian diperjelas lagi oleh sabda Rasulullah saw. “sesungguhnya perumpamaan orang mukmin itu seperti lebah, makan yang baik, mengeluarkan yang baik, tidak menggganggu kecuali diganggu, tidak membuat patah ranting ynag dihinggapinya, dan hidup bergerombol (berjamaah)”.

Seorang muslim hendaklah makan yang halal lagi baik, dia tidak sembarang makan kecuali sudah jelas kehalalnya. Dalam Islam kita akan ditanya dari mana harta itu diperoleh, dengan cara apa harta itu diperoleh, dipergunakan untuk apa harta itu digunakan.

Dalam masalah makan, Bahkan Allah bukan hanya mengingatkan orang Islam saja, tapi semua manusia hendaknya makan yang halal lagi baik.

Orang beriman hidupnya selalu memberikan kebaikan kepada orang lain, tidak terpikir dalam hatinya untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. sama seperti lebah yang hanya mengeluarkan madu, maka orang beriman keberadaannya seperti madu, memberikan kebaikan kepada lingkungannya. dia bermanis muka, bertutur kata yang baik, dan bertingkah laku yang sopan. Kalau pun harus kritis tidak menghina, tapi dibarengi kesantunan dan tentunya solusi.

Orang beriman tidak akan mengganggu orang lain kalau dia tidak diganggu. Karena prinsip hidup kita adalah tidak mencubit kalau tidak dicubit.

Orang beriman tidak merusak, dia selalu berfikir untuk membuat kebajikan. dia akan merasa berdosa manakala membuang sampah sembarangan. lalu bagaimana yang menebang pohon sembarangan ?

Orang beriman selalu memdahulukan berjamaah, menghindari hidup individualis. karena dengan hidup berjamaah hidupnya akan lebih mudah lagi.


sumber : http://filsafat.kompasiana.com